News

Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas untuk Bukber di Istana

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ketua umum organisasi masyarakat (ormas) Islam, pengasuh pondok pesantren, hingga para mubaligh untuk bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Sejumlah tokoh ulama mulai berdatangan ke lokasi acara pada sore hari. Di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Anwar Iskandar yang tiba sekitar pukul 15.50 WIB.

Anwar mengatakan kedatangannya ke Istana untuk memenuhi undangan silaturahmi sekaligus menghadiri agenda buka puasa bersama dengan para ulama lainnya.

"Buka puasa bersama," ujar Anwar singkat kepada wartawan.

Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah akan ada pembahasan khusus atau diskusi tertentu dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, agenda utama yang diketahui sejauh ini adalah silaturahmi dan buka puasa bersama.

Anwar menyebut diskusi bisa saja terjadi jika waktu memungkinkan. Ia pun berharap ada kesempatan bagi para ulama untuk bertukar pandangan dengan Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

"Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara. Begitu, kan," katanya.

Selain membahas hubungan antara ulama dan pemerintah, isu global seperti konflik di Timur Tengah juga berpotensi menjadi topik pembicaraan. Namun Anwar memilih tidak berspekulasi mengenai pembahasan tersebut.

Ia hanya berharap situasi global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, dapat segera mereda dan berujung pada perdamaian.

"Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," imbuhnya.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para ulama dan pimpinan ormas Islam ini menjadi salah satu momentum silaturahmi di bulan Ramadhan. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan tokoh agama, agenda ini juga diharapkan menjadi ruang komunikasi untuk saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: